January 28, 2010
Panu yang Bikin Malu
Saya mengopy paste berita ini karena ada teman yang malu dan merasa kurang percaya diri hanya karena panu. Sebenarnya sudah sembuh dengan minum micorex namun muncul lagi ketika dia makan dengan sayur terong. Percaya atau tidak kata orang terong bagaikan pupuk untuk jamur ini. Dan kenyataannya temanku itu sampai sekarang belum menemukan obatnya, karena mikorex tak ada lagi di apotek. Mungkin pembaca ada yang tahu mengapa mikorex hilang dari peredaran.
Setidaknya, ada 3 golongan obat panu yang tersedia di pasaran maupun yang digunakan di masyarakat, yaitu :
- Obat panu tradisional. Ada banyak obat tradisional untuk panu. Beberapa diantaranya adalah: (1) Jahe diparut lalu dicampurkan remasan semut hitam dan diberi minyak kayu putih, kemudian digosokkan pada kulit yang berpanu; (2) Daun ketepeng cina diremas dan bubuhi sedikit garam lalu gosokkan pada panu; (3) Lengkuas di potong kemudian digosokkan langsung pada panu; (4) dan lain-lain. Sayangnya, obat-obat ini belum melalui uji klinis, jadi tidak bisa ditentukan dosis yang pas seberapa, pemakaian yang ideal berapa lama, efektifitasnya memberantas panu seberapa manjur, dll.
- Obat panu oles. Obat panu oles hanya digunakan jika panunya masih kecil dan terbatas pada daerah tertentu saja. Obat oles ini tersedia di toko obat atau apotik. Umumnya mengandung ketokonazol, klotrimazol, atau terbinafin (lihat di label obat yang dibeli).
- Obat panu minum. Nah, untuk panu yang sudah menyebar di sekujur tubuh, dianjurkan untuk menggunakan obat minum. Memakai obat oles juga bisa, tetapi tidak efektif, karena memerlukan banyak sekali obat dan belum tentu semua daerah panu terolesi. Obat minum untuk panu yang manjur umumnya mengandung ketokonazol, flukonazol, atau itrakonazol. Sedangkan obat minum yang mengandung griseofulvin dan terbinafin tidak efektif untuk mengatasi panu. Sebagai catatan, obat ini hanya bisa dibeli dengan resep.
Vera Farah Bararah - detikHealth

(Foto: ehow)
Jakarta, ‘Cakep-cakep kok panuan’. Uups, jangan sampai ucapan itu mampir di telinga Anda gara-gara ada noda putih mencolok yang warnanya berbeda dengan warna kulit. Cari tahu bagaimana panu bisa menular.
Penyakit panu atau disebut juga dengan pityrias versicolor adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur Malassezia furfur yang dapat menyerang anak-anak atau orang dewasa muda.
Infeksi ini bisa berupa beberapa bulatan kecil atau berbentuk oval di kulit yang umumnya berwarna putih. Panu adalah penyakit yang lebih ringan dibandingkan dengan infeksi kulit lainnya, tapi secara estetika panu sering bikin malu.
Daerah yang paling sering terkena adalah leher, punggung atas, dada, wajah dan bah dan akan lebih jelas terlihat jika terkena sinar matahariu. Jika tidak segera diobati, infeksi ini makin lama akan membesar dan menyebar ke daerah di sekitarnya.
Kadang tidak ada gejala yang dirasakan tahu-tahu sudah ada bulatan putih yang memalukan di kulit. Tapi ada juga yang berupa gatal dan kulit bersisik.
Seperti dikutip dari Parenting and Children Health, Kamis (28/1/2010) ada beberapa hal yang memicu infeksi panu yaitu:
1. Kulit lembab dan keringat berlebihan yang tidak langsung dikeringkan.
2. Keseimbangan bakteri tubuh terganggu.
3. Kontak kulit langsung dengan yang memiliki panu.
4. Panu menyebar melalui barang-barang seperti sisir, sepatu, sandal, baju yang sebelumnya telah kontak dengan kulit yang terinfeksi.
5. Ditularkan pada tempat-tempat umum yang lembab seperti kolam renang, tempat penyimpanan barang dan lantai atau kamar mandi umum.
6. Infeksi ini juga bisa ditularkan dari binatang peliharaan seperti anjing dan kucing.
Karena cara penularannya bisa melalui kontak kulit, maka tak menutup kemungkinan infeksi ini menyebar pula saat berenang. Tapi tidak hanya melalui renang karena semua tempat-tempat umum yang lembab rentan menularkan infeksi panu.
Jamur penyebab panu sangat mudah berkembang pada daerah yang banyak mengandung kelenjar minyak dan kondisinya lembab.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah agar tak tertular panu, yaitu:
1. Mengeringkan tubuh dengan handuk hingga benar-benar kering sebelum memakai baju, karena kondisi yang lembab sangat memudahkan jamur untuk berkembang.
2. Jangan malas melap keringat.
3. Tidak berbagi barang pribadi dengan orang lain seperti handuk, sabun batang, sepatu atau sandal saat menggunakan fasilitas umum.
4. Menggunakan alas kaki jika sedang berjalan di tempat yang lembab seperti kamar mandi umum, tempat bilas atau disekitar kolam renang.
5. Membilas tubuh dengan sabun antiseptik setelah selesai berenang.
Panu sangat mudah diobati dan banyak sekali saat ini obat-obat anti jamur yang bisa menghilangkan panu. Rata-rata pengobatan panu 3-6 minggu. Tapi jika tidak hilang-hilang ada baiknya berkonsultasi ke dokter kulit.
Posted in




February 8th, 2010 at 7:56 am
Buuuuu…. ^_^
Assalaamu’alaykum…
Senengnya… saya bisa berkunjung di ‘rumah maya’ Bu Siti.
Tadi saya browsing tentang TANAH. Terus oleh Mbah Google ditunjukkan rumah Pak Zudha. Ketika saya mampir di sana, ada nama Bu Warsiti. Jadinya… saya main ke sini, deh… ^__^ Alhamdulillaah…
Nyari-nyari nggak ada Buku tamu, jadi saya corat-coret di sini. Hehehe…
Salam buat adik-adik nggih, Bu… Baarokalloohu fiykum.
- SOVI -